Pelatih Persidago, Romy Malamua (Kanan) didampingi oleh kapten Persidago (Yuaib Rauf) dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan putaran kedua 16 besar Piala Indonesia (Persebaya)

Kalah 1-4 pada leg pertama di kandang sendiri, membuat kans Persidago untuk melaju ke babak delapan besar sangat tipis. Namun, mereka tidak mau begitu saja pasrah di leg kedua besok (23/2). Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, mereka akan bermain puputan.

”Tidak ada kata pasrah, atau menyerah. Kami akan memberikan perlawanan terbaik,” kata Romy Malamua, pelatih Persidago. ”Kami memang kalah kelas. Namun, kami akan bekerja keras,” lanjutnya.

Persidago membawa 18 pemain ke Surabaya. Kuota maksimal yang bisa dimasukkan dalam daftar daftar susunan pemain. Artinya mereka memang serius untuk memberikan perlawanan terbaik.

Romi secara khusus mewaspadai Amido Balde. Menurutnya, pemain dengan tinggi 193 cm itu sangat sulit dihentikan. ”Kami harus menjaga dia dengan dua atau tiga pemain. Bermain di kandang sendiri, si jangkung pastin akan lebih agresif,” ulasnya. 

Senada dengan Romy, Kapten Persidago Yuaib Rauf juga termotivasi untuk memberikan perlawanan terbaik. ”Kami sudah mencoba lapangan, stadionnya megah. Mungkin kami akan nervous bermain di depan begitu banyak penonton, namun itu juga bisa membuat kami lebih termotivasi,” jelasnya.

Sebelum bertemu Persebaya, Persidago tampil mengejutkan dengan mengalahkan tim kuat Persipura Jayapura. Menang 1-0 di kandang, dan kalah 1-2 di partai away. Karena itu, meski bukan tim Liga 1, mereka punya potensi membuat kejutan.

”Kami selalu respek kepada setiap lawan, termasuk kepada Persidago. Kami juga akan bermain all-out,” jelas Bejo Sugiantoro. (*)

 

Populer

Azrul: Izinkan Saya Fokus Persebaya
Berangkat 28 Februari, Persebaya Bawa 24 Pemain ke Bandung
Bejo Waspadai Kolektivitas Persidago
Ini Pantangan Balde dan Jalilov di Awal Gabung Persebaya
Rudy Eka Kagum dengan Profesionalitas Persebaya
Persebaya Harus Siasati Jadwal Piala Indonesia, demi Maksimal di Liga 1